WALI MURID MENJERIT: SDN 1 Waylunik Layaknya Gudang, Hari Pertama Masuk Harus Gotong Kursi Sendiri!

oleh -150 Dilihat
oleh
Oplus_131072

HUD HUD  News.co Lampung Utara— Hari pertama masuk sekolah yang seharusnya disambut dengan riang gembira oleh para siswa, justru berubah menjadi ajang “kerja bakti dadakan” yang menguras emosi wali murid. Kondisi memprihatinkan ini terjadi di salah satu Sekolah Dasar Negeri (diduga SDN 1 Way Lunik, Kecamatan Kali Balangan).

​Meski berada di lokasi strategis pinggir jalan utama, fasilitas dan pengelolaan sekolah ini dinilai kalah jauh dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang berada di pelosok.

​Menurut laporan dan keluhan dari salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, sekolah ini seolah menyembunyikan kebobrokan di balik gerbangnya yang megah.

​”Tampak depannya saja yang bagus, gapuranya gede. Tapi kalau masuk ke kelas bagian belakang, kondisinya parah sekali, mirip gudang! Meja guru dan fasilitas belajar mengajar sangat tidak layak,” ungkap wali murid tersebut dengan nada kecewa.

​Kekacauan paling nyata terlihat pada hari pertama masuk sekolah. Alih-alih kelas sudah rapi dan siap digunakan, para siswa baru justru tidak kebagian tempat duduk.

​Kurangnya Persiapan Guru & Kepsek: Tidak tampak adanya koordinasi dari guru piket maupun kepala sekolah untuk menyiapkan ruang kelas sebelum ajaran baru dimulai.
​Wali Murid Turun Tangan: Para orang tua terpaksa harus mencari, mengangkut, dan menggotong kursi sendiri dari ruang kelas lain agar anak-anak mereka bisa belajar.
​Manajemen Berantakan: “Sudah capek-capek gotong kursi karena tidak kebagian, tiba-tiba anak saya disuruh pindah ke kelas sebelah. Akhirnya harus gotong lagi meja dan kursi ke kelas baru. Ini sekolah negeri di pinggir jalan utama, kok layaknya tidak diurus?” tambah wali murid tersebut.

​Warga dan wali murid mulai membandingkan kondisi sekolah ini dengan sekolah lain, seperti SD Semuli Raya, yang mengalami kemajuan pesat berkat kepemimpinan kepala sekolah yang aktif dan peduli.

​Warga menilai, maju mundurnya sebuah sekolah sangat bergantung pada komitmen kepala sekolahnya. Jika kepala sekolahnya abai, maka fasilitas sekolah akan terbengkalai seperti yang terjadi di SD Way Lunik ini.

​Melalui informasi yang viral ini, warga dan wali murid mendesak Dinas Pendidikan (Diknas) setempat untuk segera turun ke lapangan dan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak).

​Masyarakat meminta Diknas mengevaluasi kinerja Kepala Sekolah SDN 1 Way Lunik (Kali Balangan) serta mengaudit alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang seharusnya digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana belajar mengajar demi kenyamanan anak-anak bangsa.

​Sertakan Foto/Video Real: Saat Abang mengunggah tulisan ini ke media sosial (seperti Instagram atau TikTok), wajib lampirkan foto/video kondisi kelas yang mirip gudang, meja guru yang rusak, dan momen saat gotong-gotong kursi kemarin. Visual yang berantakan sangat cepat memicu respons netizen.​

​Semoga setelah ini ramai dan langsung direspons oleh pihak dinas terkait ya, Bang! Kasihan anak-anak kalau harus belajar di fasilitas yang tidak layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.