Lurah Sukomoro Dan OPD Terkait Tinjau Kisruh Lahan Ibu Sriwati Yang Dijadikan Jalan Oleh PT.OASIS Waters Internasional

oleh -189 Dilihat
oleh

Banyuasin – SUMSEL – Hudhudnews.co
kisruh serta permasalahan antara ibu Sriwati dan Perusahaan Air minum PT.OASIS Water Internasional kian mencuat .
Dalam Hal ini sebidang tanah yang menurut ibu Sriwati sebagai pemilik lahan menerangkan bahwa sebagian tanahnya dipinjamkan untuk jalan masyarakat namun sampai dengan sekarang jalan itu dimanfaatkan untuk mobil perusahan yang seharusnya tidak boleh melewati jalan lorong tersebut.

Menurut keterangan ibu Sriwati sebagai pemilik lahan yang beralamat di jalan kantor lurah Km 18, lorong Anggrek ,Rt.21 RW.04 Kel.Sukomoro Kec.Talang kelapa
Kab.Banyuasin menyampaikan bahwa, tanahnya hanya dipinjamkan untuk jalan masyarakat bukan untuk jalan perusahan. Hari Jum’ at ( 6/3/2026 ).

” Tanah itu sebelumnya tidak ada jalan namun karena kasihan jadi dipinjamkan untuk masyarakat yang mau lewat , bukan untuk mobil perusahan apalagi lorong ini kan sempit bukan untuk peruntukan mobil besar, ” ucap ibu Sriwati.

Sementara itu Pak Parlan sebagai ketua RW. menyampaikan apa yang diketahuinya,
“Setahu saya tanah ini memang miliknya ibu Sriwati hanya dipinjam pakai saja secara lisan untuk masyarakat dan tidak ada perjanjian tertulis Hibah dan lain lain untuk perusahaan.”
” Pada tahun 2007 ibu Sriwati ikut program Judikasi untuk pengajuan Sertipikat tanah namun setelah terbit surat terjadi kesalahan ukuran, dan selanjutnya sudah dilaporkan ke BPN dan pihak terkait namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya untuk perubahan sertipikat nya.” Ucap pak Parlan.

Dalam peninjauan tersebut turut dihadiri oleh
-Asisten 1 Aminudin S.I.P. S.p.d M.M
-Staff Ahli Bupati Dr. H. Ali Sadikin
-Kabag Tapem Dr Pujianto SH MH
– Pihak kecamatan
– Kapolsek yg di wakili Kanit res Iptu Miswadi Saputra SH. M.Si
-Lurah sukomoro Muslihudin Darmawan Sp.
Dan dari pihak Bu Sriwati di wakili Bung Syamsul Panglima Bung Baja Sriwijaya Sumsel.

Sementara itu menurut Asisten 1 Aminudin mengatakan , ” Ini lagi tahap peninjauan dan kalau bisa kita mediasikan agar tidak meluas kemana mana berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya kisruh jalan ini makanya kita turun kesini untuk melakukan peninjauan dan nanti akan kita bawa ke kabupaten untuk dilakukan penyelesaian.” Ucap Aminudin.

Selanjutnya Fuji sebagai Tapem mengatakan,
” Ini kita lihat dulu dan kita lakukan pengukuran ulang jadi tau batas dan ukuran tanah nya. Sebenarnya ini kita undang juga dari BPN untuk lakukan pengecekan Sertipikat dan pengukuran tapi tidak hadir mungkin ada kegiatan lain jadi kita harus lakukan pengukuran ulang termasuk BPR juga kita undang namun tidak bisa hadir juga , “ucap puji.

Selanjutnya Syamsul Panglima Bung Baja mengatakan,” Kami mewakili Ibu Sriwati mengharapkan Pihak perusahaan berlaku Koperatif jangan sampai kericuhan ini berlanjut dan kami dapat informasi perusahaan melakukan Pelaporan terhadap ibu Sriwati sebagai pemilik lahan bila ini tidak diselesai kan secara bijak oleh perusahaan Kami akan membawa permasalahan ini lebih lanjut ke ranah hukum, ” Ucap Syamsul Ependi.

Sementara kanitres Miswandi saat ditanya wartawan perihal pengaduan terhadap Bu Sriwati oleh perusahaan ia mengatakan, ” memang benar ada pengaduan tetapi tidak naik karena tidak cukup bukti , .” Ungkapnya.

Selanjutnya awak media mendatangi PT.OASIS untuk mengkonfirmasi permasalahan ini namun manajemen tidak bisa ditemui dan hanya bertemu security lalu mengatakan ” manajemen tidak bisa ditemui ,”Kamu ini mau apa ucapnya dengan dengan sedikit mengancam dan membuka baju nya .. padahal sudah dijelaskan kami wartawan yang datang hendak bertemu manajemen untuk mengkonfirmasi terkait masalah kisruh Perusahan yang terjadi dengan ibu Sriwati.

Editor Arwin & Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.