Heboh,,Warga Kenten Pasang Spanduk , ” SELAMAT DATANG DI KAWASAN SULIT AIR BERSIH,” Protes Terkait PERUMDA TIRTA BETUAH , Distribusi Air Yang Buruk dan Tidak Mencukupi Kebutuhan Sehari Hari

oleh -587 Dilihat
oleh

Banyuasin , SUMSEL – Hudhudnews.co
Heboh Masyarakat Kenten Protes dengan memasang Spanduk di setiap sudut penjuru dengan tulisan,
” SELAMAT DATANG DI KAWASAN SULIT AIR BERSIH”. Terkait protes masyarakat kepada pelayanan PERUMDA Tirta Betuah dan Pemkab Banyuasin yang dinilai lamban dan abai selama belasan tahun tidak memenuhi kebutuhan warga sehari hari.

Menurut ( F ) warga kenten kejadian protes ini sudah berlangsung beberapa hari dengan pemasangan spanduk tersebut di setiap penjuru beberapa kelurahan yang terdampak kurangnya distribusi Air Bersih dari Tirta Betuah antara lain di kelurahan Kenten ,Kelurahan.Sei Sedapat , Kelurahan Azhar dan sekitarnya, ( F ) menjelaskan pada awak media Hudhudnews, Jum’ at ( 24/4/2026).

“Kami sengaja memasang spanduk tersebut agar DPRD , Tirta Betuah , Pemkab Banyuasin , Pemprov Sumsel dan bahkan Pemerintah pusat bisa tahu dan melihat apa keluhan kami yang sudah dirasakan belasan tahun tak kunjung ada perubahan atau tindakan untuk bisa diatasi bersama.” Ucap ( F) dengan Penuh Harap.

“Kami sebagai masyarakat ingin ada perubahan terkait distribusi air bersih pada masyarakat dengan kerja nyata bukan sekedar wacana dan pencitraan semata dari tahun ke tahun , karna air bersih sangat kami butuhkan buat sehari hari, kalau PERUMDA Tirta Betuah dan Pemda Banyuasin tidak Mampu, kami sangat berharap untuk bisa ikut dengan Tirta Musi melalui Pemkot Palembang, kami ingin segera terealisasi tidak mau lagi mendapat angin surga dengan janji janji selama ini namun hasilnya masih nol ” tambahnya.

“Harapan kami kepada , DPRD Sebagai wakil Kami, Kepada Pemkab Banyuasin, Pemprov Sumsel, Pemerintah Pusat, Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk bisa turun bersama membantu kesini, sebagai masyarakat untuk dapat di Lihat dan di Bantu Permasalahan air ini jangan ditunda lagi dan harus segera dibenahi secepatnya.”

“kami percaya bila ini masuk dalam agenda Prioritas masalah air ini dari dulu pasti sudah terselesaikan, namun bila ini dijadikan ladang bagi oknum Tirta Betuah atau Pejabat tertentu untuk mengumpulkan pundi pundi pribadi atau dianggap tidak penting maka selamanya masyarakat akan tersiksa.” Setiap bulan kami Rutin Membayar tagihan air kepada Tirta Betuah secara plet 60.000, tanpa menghitung seberapa banyak/ kubik air yang terpakai yang hanya mengalir 3 sampai 4 kali saja dalam sebulan, lebih miris lagi kami selalu mengeluarkan uang harus membeli air tambahan sampai ratusan ribu setiap bulan nya demi mencukupi kebutuhan air bersih sehari harinya,” Ungkap warga dengan raut kecewa.
Penulis Arwin FRIC Sumsel.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.