Rotasi Besar di Tubuh Polri! Kapolri Sigit Prabowo Geser Sejumlah Jenderal ke Posisi Strategis

oleh -20 Dilihat
oleh

JAKARTA – HUDHUDNEWS.CO
(FRIC) — Perubahan komposisi sejumlah jabatan strategis kembali terjadi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melantik sejumlah pejabat utama Mabes Polri dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) dan Korps Raport kenaikan pangkat di Gedung Rupattama Mabes Polri, Rabu (2/9/2026).

Sejumlah nama perwira tinggi kini menempati posisi penting, baik di lingkungan Mabes Polri maupun sebagai pimpinan kewilayahan. Pergeseran tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya penyegaran dan pembinaan karier di tubuh Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan, pergantian jabatan merupakan bagian dari proses organisasi yang terus bergerak.
“Serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Pergantian ini merupakan proses pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi,” ujar Isir dalam keterangan tertulis.

Salah satu perubahan penting terjadi pada posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops). Kapolri menunjuk Irjen Pol. Roycke Harry Langie untuk mengemban jabatan tersebut.

Roycke menggantikan Komjen Pol. Fadil Imran yang memasuki masa pensiun. Posisi Astamaops merupakan salah satu jabatan strategis dalam struktur organisasi Polri karena berkaitan erat dengan bidang operasional kepolisian.

Perubahan juga terjadi pada sektor sumber daya manusia. Irjen Pol. Jawari dipercaya menjadi Asisten Kapolri Bidang SDM, menggantikan Irjen Pol. Anwar yang memasuki masa pensiun.

Sementara itu, rotasi kepemimpinan di tingkat kewilayahan turut menjadi sorotan. Brigjen Pol. Yudo Hermanto yang sebelumnya menjabat sebagai Karo Paminal Propam Polri kini dipercaya memimpin Polda Sulawesi Utara sebagai Kapolda.

Yudo menggantikan Irjen Pol. Roycke Harry Langie yang mendapat penugasan baru sebagai Astamaops.
Perubahan jabatan juga menyentuh posisi Koordinator Staf Ahli Kapolri.

Irjen Pol. Ruslan Effendi resmi dipercaya mengisi jabatan tersebut menggantikan Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak yang memasuki masa pensiun.

Tak berhenti di sana, Kapolri turut melakukan pergantian pada jajaran pimpinan Polda Papua Barat Daya.
Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat Daya kini mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Tongkat komando Polda Papua Barat Daya selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol. Hengki Haryadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Riau.

Rangkaian rotasi tersebut memperlihatkan adanya penataan sejumlah lini strategis Polri, mulai dari bidang operasi, sumber daya manusia, staf ahli hingga kepemimpinan kepolisian di daerah.

Bagi Polri, pergantian jabatan bukan sekadar perpindahan posisi. Di balik setiap rotasi terdapat kebutuhan organisasi untuk memastikan setiap lini kepemimpinan tetap berjalan efektif, solid dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang.

Dengan masuknya sejumlah pejabat baru pada posisi strategis tersebut, roda organisasi Polri memasuki fase konsolidasi baru. Para pejabat yang mendapat amanah dituntut segera beradaptasi, meneruskan program kerja serta memastikan pelaksanaan tugas kepolisian tetap berjalan optimal.

Rotasi dan sertijab ini sekaligus menjadi momentum bagi Polri untuk memperkuat soliditas internal dan memastikan mesin organisasi tetap bergerak dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban nasional.
Arwin FRIC Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.