Apresiasi KEJARI Banyuasin FRIC Sumsel Soroti Kinerja PDAM Tirta Betuah Yang Semakin Buruk Warga Kembali Pasang Spanduk

oleh -120 Dilihat
oleh

BANYUASIN , SUMATERA SELATAN – HUDHUDNEWS.CO Minggu 18 Oktober 2026 . Warga Kenten raya dibeberapa kelurahan kembali memasang spanduk dengan foto warga saat di depan Pengadilan Negri ( PN ) Palembang yang bertuliskan bahwa PDAM Tirta Betuah, Bupati Banyu Asin dan Gubernur Sumsel Digugat Warga Kenten Raya di PN Palembang, karena Layanan Air Bersih yg sangat Buruk selama lebih dari 10 Tahun tidak ada perubahan dan bahkan lebih buruk dari sebelumnya.

Pengaduan warga tersebut sebut tercatat Dengan nomor perkara 209/Pdt.G/2026/PN PLG.
Hal ini disampaikan oleh salah satu warga dan juga sebagai Kordinator pemberi kuasa Gugatan Class Action ini Bpk. Dedison, lebih lanjut Dedison menyampaikan bahkan sepanjang bulan Oktober ini sd tgl 17 Okt 2026 Air juga blm mengalir d rumahnya ( zona 18 A Komp. Griya Damai Indah) sudah hampir 3 Minggu air belum mengalir.

Gugatan sedang berlangsung di PN Palembang, warga se kenten Raya dibantu oleh YLBH Ganta Keadilan Sriwijaya untuk perkara gugatan ini, saat ini masih tahap jawaban dari para Tergugat.

” Seharusnya hari Selasa tgl 6 Okt 2026 jadwal jawaban mereka para tergugat d sampaikan, namun sampai dengan sekarang belum juga kelar jawabnnya, dalam hal ini Tergugat 1 ( PDAM tirta Betuah) dan Terggugat 2 ( Bupati Banyu Asin) sdh memberikan jawabanya, sementara Tergugat III ( Gubernur Sumsel) belum juga memberikan jawabanya,” tegas Dedison.

“Berdasarkan keterangan dari Pembina YLBH Ganta Keadilan Sriwijaya Bpk. Sapriadi Samsudin, S.H., M.H bahwa terlihat pada e-Court PN Palembang menegaskan bahwa sebelum hari Selasa 20 Okt 2026, tergugat 3 sdh harus memberikan jawaban, yg sebelumnya sdh menunda jawaban tsb sejak Selasa tanggal 13 Oktober 2026. Hal ini tentu sangat disayangkan, atas molornya jawaban dari pihak Tergugat 3 tersebut,” tutup Dedison.

Sementara itu Arwin Mewakili Fast Respon Indonesia Center ( FRIC ) Sumatera selatan Memberikan Apresiasi tinggi kepada Kejaksaan Negeri Banyuasin yang sudah menetapkan empat (4) orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi PDAM Tirta Betuah dan menyita uang Rp.500 .
000.000 beberapa waktu yang lalu.

” Saya Memberikan Apresiasi kepada Kejari Banyuasin yang telah membongkar skandal Tirta betuah ini, semoga kedepan tidak ada lagi penyelewengan yang terjadi. Tapi disisi lain masyarakat yang terdampak masih saja mengeluhkan kendala yang terjadi terhadap pelayanan Air bersih ini .”

Arwin sangat menyayangkan kinerja PDAM Tirta Betuah Yang semakin hari semakin amburadul , ” Saya heran PDAM Tirta Betuah selalu ada kendala dan selalu ada kerusakan setiap Minggu bisa beberapa kali mengalami kerusakan, padahal informasi yang didapatkan sudah ada perbaikan yang dilakukan dengan anggaran pantastis milyaran rupiah, yang menjadi pertanyaan publik..? Apa prosedurnya yang salah atau alat yang dipakai tidak sesuai standar…?” Perlu didalami lebih lanjut.

” Kemudian warga juga mengeluhkan serta mempertanyakan bantuan air bersih yang dijanjikan Direktur Tirta Betuah tidak terealisasi,, yang mana beberapa waktu yang lalu menjanjikan 9 mobil tangki sehari namun fakta dilapangan hanya berjalan beberapa hari saja sebelum menghilang tanpa ada kejelasan.”

” Kami meminta masalah ini harus menjadi Prioritas karna menyangkut hajat hidup orang banyak dan wajib diselesaikan Oleh Tirta Betuah sebagai pihak pengelola , Serta Pemerintah Daerah Banyuasin Serta Pemerintah Provinsi Sumsel sebagai Penanggung jawab dan perpajangan tangan Pemerintah Pusat untuk menyelesaikan permasalahan ini.”

Lanjut Arwin, ” Masalah Ini tidak ada Tendensius sama sekali , ini murni menyangkut Kepentingan Publik masyarakat banyak yang wajib diselesaikan dan diperjuangkan mencari solusi secepat mungkin oleh pihak pihak yang terkait jangan sampai permasalahan ini menambah keresahan masyarakat berlarut larut tanpa penyelesaian yang pasti ” Tutup Arwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.