PALEMBANG , SUMSEL – HUDHUDNEWS.CO. Selasa 22 September 2026. Pertemuan yang ke lima dalam sidang gugatan warga Kenten terhadap buruk nya pelayan air bersih PDAM Tirta Betuah kembali digelar di Pengadilan Negeri Palembang.
Bukan hanya soal buruknya layanan distribusi air bersih selama belasan tahun, warga menilai selama ini PDAM Tirta Betuah Banyuasin hanya menghembuskan angin surga tanpa memberikan solusi yang pasti.
Hal itu diungkapkan langsung oleh perwakilan warga Kenten Raya, Feriyadi Asri Munandar usai persidangan.
Fery mencurahkan kekesalannya, atas janji manis PDAM yang muncul justru setelah gugatan warga mencuat ke publik.
“Dikatakan pasca gugatan ini mencuat, pihak PDAM baru ada inisiatif menyediakan air bersih dengan mobil tangki setiap hari selama dua minggu. Tapi seperti menghembuskan angin surga,” ujar Feriyadi dengan nada kecewa.
Namun Fakta di lapangan sangat jauh berbeda, sangat jauh dari janji. Ucap Fery. “Dari yang dijanjikan sebanyak 9 mobil tangki air bersih per/ Hari untuk warga Kenten Raya, yang datang hanya 2 mobil tangki saja dan terealisasi berjalan selama 2 hari dan selanjutnya menghilang, Jelas warga kecewa,” tegasnya.
Feriyadi mengaku, sebagai konsumen selama 15 tahun sejak 2011 lalu, ia dan warga lainnya telah menjadi korban buruknya layanan PDAM Tirta Betuah tanpa adanya pelayanan air bersih yang layak dan seperti tidak diprioritaskan.
Berbagai upaya telah mereka tempuh, mulai dari audiensi, aksi demonstrasi, hingga akhirnya terpaksa menempuh jalur hukum dengan melayangkan gugatan ke PN Palembang .
“Harapan kami tidak muluk-muluk, hanya mengharapkan pelayanan air bersih yang layak mengalir secara teratur dari PDAM Tirta Betuah Banyuasin, atau disambungkan ke PDAM Tirta Musi Palembang , itu saja,” ucapnya.
Selanjutnya , Arwin antoni Perwakilan FAST RESPON INDONESIA CENTER Wilayah Sumatera selatan turut menyoroti permasalah ini.
” FRIC Sumsel akan terus mengawal masalah ini sampai tuntas dan apa yang diharapkan masyarakat Kenten bisa terwujud dengan mendapatkan air bersih yang layak dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sehari hari.”
Tutupnya.
Arwin FRIC Sumsel




