BAIS TNI AL Berhasil Ungkap Jaringan Mafia Timah , Diduga 16 Ton Pasir Timah Akan di Selundupkan Keluar Negeri

oleh -399 Dilihat
oleh

Palembang, Sumsel – Hudhudnews.co
TNI Angkatan Laut (TNI AL) berhasil mengungkap gudang penyimpanan berisi 16 ton pasir timah ilegal di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten. Pasir timah tersebut diduga hendak diselundupkan untuk diekspor ke luar negeri melalui jalur ilegal.

Pengungkapan kasus ini disampaikan Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksdya TNI Denih Hendrata dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). Ia menjelaskan, praktik penyelundupan pasir timah menjadi salah satu ancaman serius dalam kejahatan maritim yang saat ini diawasi ketat oleh TNI AL.

Menurut Denih, berdasarkan pemetaan kerawanan Koarmada RI, sejumlah pelanggaran hukum maritim masih marak terjadi di wilayah strategis perairan Indonesia. Ancaman tersebut meliputi perdagangan ilegal, narkotika, illegal fishing, pertambangan ilegal, perdagangan orang (TPPO), penyelundupan BBM, hingga perompakan laut yang tersebar dari Selat Malaka, ALKI I hingga ALKI III, Laut Sulawesi, sampai perairan Papua.

Sepanjang periode 2025 hingga Mei 2026, TNI AL melalui Koarmada RI dan jajaran berhasil menggagalkan berbagai aksi penyelundupan dan kejahatan maritim dengan nilai penyelamatan ekonomi negara mencapai Rp14,7 triliun. Selain itu, aparat juga mengklaim berhasil menyelamatkan sekitar 24,5 juta jiwa dari ancaman kejahatan, terutama peredaran narkotika.

Kasus pasir timah ilegal ini bermula dari laporan intelijen pada Kamis (7/5/2026).
Informasi awal diterima dari Satgas Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI dan Tim Intelijen Lanal Tanjung Balai Karimun terkait pengiriman dua truk bermuatan total 16 ton pasir timah menuju Jakarta.

Saat truk melintas di Palembang, Tim Intelijen Lanal Palembang mendeteksi adanya kejanggalan karena muatan tersebut tidak diarahkan menuju Bangka, daerah yang dikenal sebagai sentra timah nasional. Pengawasan kemudian dilanjutkan hingga kendaraan tiba di wilayah Lampung.

Selanjutnya, Tim Intelijen Lanal Lampung memantau muatan pasir timah masuk ke kapal penyeberangan menuju Pulau Jawa. Setelah itu, pengawasan diteruskan oleh Tim Intelijen Lanal Banten yang terus membuntuti pergerakan kedua truk hingga akhirnya mengarah ke gudang yang berada di kawasan PIK 2, Tangerang.Banten.

Wadan Kodaeral III Brigjen TNI Dian Suryansyah mengatakan operasi pengawasan dilakukan secara berlapis dan melibatkan koordinasi lintas satuan intelijen TNI AL dari Sumatera hingga Jawa. Dari hasil pengembangan sementara, pasir timah ilegal tersebut diduga kuat akan diselundupkan untuk kepentingan ekspor ilegal ke luar negeri.

Kasus ini kini masih dalam proses pendalaman untuk mengungkap jaringan distribusi, pemilik barang, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam dugaan praktik penyelundupan timah sebagai mineral ilegal tersebut.(Editor Arwin)
#Bangka
#Sumsel
#Banten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.