Puluhan Tahun Terabaikan, Warga Empat Desa di Sungkai Jaya Terpaksa Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Parah dan Rawan Banjir

oleh -2103 Dilihat
oleh

 

Lampung Utara – hudhudnews.co
Miris, infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi kehidupan warga di Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, dibiarkan rusak parah selama puluhan tahun tanpa penanganan serius dari pemerintah.

Tak hanya rusak, jalan tersebut juga kerap dilanda banjir saat musim hujan, memperparah kondisi dan menyulitkan aktivitas masyarakat.
Akibatnya, warga dari empat desa yakni Desa Lepang Tengah, Desa Sukajaya, Desa Cahaya Makmur, dan Desa Sri Agung, terpaksa turun tangan memperbaiki jalan secara swadaya melalui aksi gotong royong yang dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026.

Jalan yang merupakan satu-satunya akses utama bagi masyarakat itu kini dalam kondisi memprihatinkan. Di sejumlah titik, badan jalan dipenuhi lubang besar, berlumpur, dan tergenang air. Saat hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan yang sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bahkan, genangan air yang sering meluap menyebabkan jalan kerap terendam banjir, sehingga akses warga nyaris lumpuh total.
“Kalau hujan, bukan lagi becek, tapi sudah seperti sungai. Motor sering mogok, anak-anak sekolah juga kesulitan lewat,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.

Kondisi ini sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Anak-anak harus berjuang ekstra untuk berangkat ke sekolah, petani kesulitan mengangkut hasil bumi, dan aktivitas ekonomi warga menjadi terhambat. Tak jarang, kondisi jalan yang licin dan berlubang juga memicu kecelakaan.

Dengan peralatan sederhana dan material seadanya, warga bahu-membahu menimbun lubang serta memperkeras jalan agar tetap bisa dilalui. Namun, perbaikan tersebut hanya bersifat sementara dan jauh dari standar kelayakan infrastruktur.

Kepala Desa Lepang Tengah, Sari Taria Mega, SE, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyampaikan bahwa kerusakan jalan yang diperparah dengan banjir ini sudah lama menjadi keluhan warga, namun belum mendapat penanganan maksimal.

“Sudah puluhan tahun kondisi seperti ini. Kalau hujan, jalan tergenang dan makin rusak. Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Utara segera memberikan perhatian serius,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa jalan tersebut memiliki peran vital bagi empat desa, sehingga perbaikan permanen sangat dibutuhkan demi menunjang aktivitas pendidikan, ekonomi, dan mobilitas masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk memperbaiki jalan tersebut secara menyeluruh.
Warga berharap pemerintah tidak lagi menutup mata terhadap kondisi ini, mengingat jalan tersebut adalah akses utama yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Kondisi ini menjadi potret nyata bagaimana masyarakat harus berjuang sendiri di tengah keterbatasan, demi mempertahankan akses jalan yang layak, meski seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Penulis: Maria Fitri Yani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.