Jupnas Gizi Laporkan Kasus Dugaan Keracunan Penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berbagai Daerah pada 6 Februari 2026

oleh -28 Dilihat
oleh

HUD HUD NEWS

Jakarta, — Forum Jurnalis Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Indonesia (F-Jupnas Gizi) menerima dan menghimpun laporan dari jaringan jurnalis daerah mengenai sejumlah kejadian dugaan keracunan makanan pada penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada hari Jumat, 6 Februari 2026.

Berdasarkan pemantauan lapangan, keterangan fasilitas kesehatan, serta konfirmasi pihak sekolah dan Posyandu, para penerima MBG mengalami gejala serupa berupa mual, muntah, diare, pusing, dan lemas beberapa jam setelah mengonsumsi makanan. Sebagian korban memerlukan penanganan medis di puskesmas maupun rumah sakit.

Hingga rilis ini diterbitkan, tercatat sedikitnya enam lokasi kejadian dengan rincian sebagai berikut:

Rincian Kejadian di Daerah

1. Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat

Di Kecamatan Marau, sekitar 340 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan, terdiri dari siswa SD, SMP, SMA, SMK, guru, serta petugas MBG. Fasilitas kesehatan setempat membuka tenda darurat untuk menangani lonjakan pasien. Sebagian korban telah dipulangkan setelah kondisi membaik, sementara lainnya masih menjalani perawatan.

2. Kabupaten Kudus, Jawa Tengah

Di SMAN 2 Kudus, sekitar 521 siswa dan guru dilaporkan mengalami gangguan pencernaan. Badan Gizi Nasional (BGN) merilis hasil uji laboratorium yang mengindikasikan adanya kontaminasi bakteri pada makanan MBG yang dikonsumsi.

3. Kota Singkawang, Kalimantan Barat

Sebanyak 56 siswa MAN Model Singkawang terindikasi mengalami gejala keracunan. Sekitar 25–31 siswa mendapatkan perawatan medis. Dinas Kesehatan melakukan pengambilan sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium.

4. Kabupaten Jember, Jawa Timur

Kasus dugaan keracunan terjadi di SMPN 1 Umbulsari. Satgas MBG setempat mengeluarkan peringatan tertulis kepada pengelola dapur (SPPG) atas dugaan pelanggaran prosedur pengolahan makanan. Jumlah korban masih dalam pendataan.

5. Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat

Di SMA 1 Sungairumbai tercatat 154 siswa mengalami gejala serupa. Di Pondok Pesantren Nurul Izzah, 12 santri dan guru juga terdampak. Total korban di wilayah ini mencapai sekitar 167 orang.

6. Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Pada Posyandu Harum Manis yang menyalurkan MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), dari 102 penerima, tercatat 16 warga mengalami keluhan kesehatan. Sebanyak 4 orang dirawat di rumah sakit, terdiri dari balita, anak usia sekolah, ibu menyusui, dan ibu hamil.

Ringkasan Singkat (Poin-poin)

• Ketapang, Kalbar – ±340 korban
• Kudus, Jateng – ±521 siswa dan guru terdampak
• Singkawang, Kalbar – 56 siswa, 25–31 dirawat
• Jember, Jatim – kasus diselidiki, jumlah korban belum dirinci
• Dharmasraya, Sumbar – ±167 siswa dan santri terdampak
• Palangka Raya, Kalteng – 16 warga penerima MBG 3B, 4 dirawat

Sikap dan Rekomendasi F-Jupnas Gizi

Mencermati kejadian di berbagai wilayah dalam satu hari yang sama, F-Jupnas Gizi menilai perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Audit menyeluruh terhadap standar pengolahan dan keamanan pangan pada seluruh dapur MBG/SPPG dan distribusi Posyandu yang memberikan pelayanan MBG yang berakibat keracunan pada penerima manfaat di berbagai lokasi tersebut.
2. Evaluasi prosedur penyimpanan, pengolahan, dan distribusi makanan.
3. Peningkatan pelatihan higienitas bagi pengolah dan penjamah makanan.
4. Transparansi pelaporan insiden kepada publik.
5. Penguatan pengawasan rutin oleh otoritas kesehatan dan Badan Gizi Nasional.

Upaya perbaikan tata kelola diperlukan agar program MBG tetap mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

F-Jupnas Gizi akan terus melakukan pemantauan serta menyampaikan perkembangan terbaru secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.