Palembang-hudhudnews.co-Jalan Lintas Tengah Sumatera di Musi Banyuasin dan Musi Rawas hari ini tak lagi sekadar infrastruktur, melainkan wahana uji nyali. Lubang-lubang menganga menjadi penanda wilayah, sementara aspal yang tersisa berjuang keras mempertahankan identitasnya sebagai “jalan”.

Namun jangan khawatir, semua ini tampaknya luput dari perhatian Gubernur Sumatera Selatan. Maklum saja, sulit melihat lubang dari ketinggian. Dari balik kursi empuk dan agenda seremonial, jalan rusak mungkin tampak rata, bahkan mulus, asal dilihat dari awan.

Rakyat di bawah merasakan goyangan, hentakan, dan risiko setiap hari. Sementara pemimpinnya melayang ringan, tak terguncang, tak tersentuh, dan tentu saja tak terperosok.

Jalan berlubang pun dibiarkan “berjalan-jalan”, sebab yang seharusnya berjalan di atasnya justru sibuk terbang.
Beginilah potret kepemimpinan: ketika lubang di jalan nyata, tapi lubang kepekaan justru lebih dalam dan sulit ditambal.
:kurnia dan team

