KOTABUMI, LAMPUNG UTARA — hudhudnews.co Kepedulian terhadap anak-anak penyandang talasemia di Kabupaten Lampung Utara terus mendapat perhatian. Sebanyak 40 anak menjalani pemeriksaan kadar feritin, sementara satu anak lainnya menjalani analisis Hb dalam kegiatan yang digelar di Rumah Singgah POPTI Kabupaten Lampung Utara, Sabtu (12/9/2026).
Pemeriksaan feritin dilakukan oleh Prodia Bandar Lampung untuk memantau kadar zat besi dalam tubuh. Pemeriksaan ini penting bagi penyandang talasemia, terutama mereka yang menjalani transfusi darah secara rutin, karena transfusi berulang dapat menyebabkan penumpukan zat besi.
Selain pemeriksaan kesehatan, 64 anak penyandang talasemia di Lampung Utara juga menerima paket sembako dari Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga pasien.
Ketua POPTI Kabupaten Lampung Utara, Erna Ratna Puri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Lampung Utara Dr. Hamartoni Ahadist, S.T., M.Si., serta Direktur RS Ryacudu dr. Cholif Paku Alamsyah, M.Kes., atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada anak-anak penyandang talasemia.
Erna secara khusus mengapresiasi izin dan dukungan terhadap penggunaan Rumah Singgah POPTI sebagai tempat berkumpul dan melaksanakan berbagai kegiatan bagi penyandang talasemia.
Menurut Erna, keberadaan rumah singgah memiliki arti penting bagi keluarga pasien. Selain menjadi tempat untuk menjalankan kegiatan POPTI, rumah singgah juga menjadi ruang bagi para orang tua untuk saling berkomunikasi, berbagi informasi, dan memberikan dukungan selama mendampingi anak menjalani pengobatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Lampung Utara dan Direktur RS Ryacudu yang telah memberikan izin dan dukungan untuk Rumah Singgah POPTI. Bagi kami, rumah singgah ini sangat berarti bagi anak-anak talasemia dan keluarga, karena menjadi tempat untuk berkumpul, berkoordinasi dan saling memberikan dukungan,” ujar Erna.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut, khususnya dalam peningkatan pelayanan kesehatan bagi penyandang talasemia di Lampung Utara.
POPTI juga berharap kebutuhan darah dan obat-obatan bagi pasien talasemia dapat semakin diperhatikan melalui RS Ryacudu. Dengan dukungan tersebut, akses pelayanan diharapkan menjadi lebih mudah dan dapat membantu meringankan beban pasien serta keluarga yang harus menjalani transfusi secara rutin.
Menanggapi harapan tersebut, Kasi Pelayanan Medis RS Ryacudu, Ns. Arief Tahta Prayogi, S.Kep., M.M.R., yang mewakili Direktur RS Ryacudu, menyatakan akan menyampaikan aspirasi POPTI kepada pihak manajemen rumah sakit.
Arief juga menyampaikan bahwa Direktur RS Ryacudu berkomitmen memberikan dukungan terhadap pelayanan bagi anak-anak penyandang talasemia.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala TU RS Ryacudu Onasiska, S.Tr., serta Staf TU Amelia Rosadi, S.ST.
Sementara itu, satu anak, Rifki Setiawan, asal Desa Sinar Galih, Kecamatan Sungkai Selatan, menjalani pemeriksaan analisis Hb dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kesehatan anak-anak penyandang talasemia di Lampung Utara, dengan mengedepankan pemantauan kadar zat besi, dukungan terhadap keluarga, serta peningkatan akses pelayanan kesehatan.
Pesan yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah
“Pantau kadar zat besi, jaga kesehatan, tingkatkan kualitas hidup” dan “Bersama kita peduli, bersama kita lawan talasemia.”
Penulis berita : Maria Fitri Yani




