Tubaba-hudhudnews.com
Terkait Dugaan Mark up Serta rekayasa Anggaran Kegiatan pada Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kabupaten Tulang Bawang Barat(Tubaba) Kepala Dinas(Kadis) Dan Sekertaris Saling Lempar Tanggung Jawab.
Disampaikan, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Maria Sari Umar, bahwa kegiatan tersebut telah di laksanakan. ,(04/03/2025).
“Kalau kegiatan itu kita melakukan pelatihan menjahit LPK untuk Tiga wilayah kecamatan yang di pusatkan di Daya Murni dengan melibatkan 20 orang, kemudian untuk anggaranya itu Rp. 40 juta, Rp.10 juta kita serahkan ke ibu Mustika Yani untuk anggaran biaya pelatihan dan yang Rp.30 juta kita belanja alat habis pakai seperti kain, gunting, penggaris,”elaknya.
Lanjutnya, untuk Program penetapan tenaga kerja itu kita ada AK Dan AL ,AK itu untuk pencari kerja dalam wilayah dan luar wilayah sedangkan AL itu pekerja luar negeri mereka hanya ke sini minta di buatkan kartu kuning tanpa di pungut biaya,tapi kalau untuk kegiatan itu kita ada anggaranya Rp.40 juta untuk belanja ATK,”kilahnya.
Ironisnya terkait kegiatan bidang kawasan Transmigrasi, Erwin selaku sekertaris Disnakertrans serta Kabid Binapenta melarang Media untuk melakukan klarifikasi.
“Orang nya sudah meninggal dunia bulan delapan lalu sekarang ini di gantian PLT nya, tapi jangan di temui soalnya dia baru kita tidak enak juga kalau mau melibatkan dia,”Tegasnya.
Sementara menurut keterangan Kasubag Keuangan Disnakertrans Tubaba untuk beberapa program lainya juga telah di laksanakan.
“Pelayanan umum itu kita bayarkan untuk cleaning servis, supir dan penjaga malam dengan masing-masing perbulan Rp. 850 ribu kemudian untuk sewa mobil 96 juta jadi total nya Rp. 173 juta,”bebernya.
Masih kata kasubag keuangan, untuk belanja pengadaan alat cetak itu kita belanja laptop dan printer dengan Masing-masing satu buah dengan total anggaran Rp.17 juta,”ungkapnya.
Kendati Demikian, Kepala Dinas (Kadis) Disnakertrans Marwazi, melalui pesan singkat Whatsapp membantah bahwa dirinya tidak mengetahui terkait pengelolaan anggaran Pada TA 2024.
“Belum, untuk kebijakan saya serahkan sama sekretaris,”kata Marwazi kepada media melalui pesan singkat Whatsapp.
Menanggapi pernyataan kadis, Erwin sekertaris Disnakertrans Tubaba sangat menyangkan pernyataan yang di sampaikan kadis terhadapnya.
“Dia kan PA jadi lebih punya hak, sebab di bawahnya ada PPTK kemudian bendahara ,kok malah kesaya kan lucu pokonya terserah publik mau menilai apa,”cetusnya.
Informasi yang di himpun pada anggaran kegiatan Disnakertrans tubaba tahun 2024 tersebut tidak sesuai dengan peruntukan. Sehingga mengacu pada dugaan kerugian negara mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.