Jeritan Wali Murid SMKN 1 Kotabumi: Tak Punya Uang, Anak Dimarahi Sekolah karena Belum Bayar Rp2,4 Juta

oleh -232 Dilihat
oleh
Oplus_131072

HUD HUD LAMPUNG UTARA – Dugaan pemaksaan program kunjungan industri ke luar daerah melanda Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Kegiatan yang mengagendakan perjalanan ke Jakarta, Bandung, hingga Yogyakarta ini menuai keluhan hebat dari para orang tua murid lantaran dipatok dengan biaya fantastis sebesar Rp2,4 juta per siswa.

Program ini dinilai kontradiktif dengan kebijakan pemerintah daerah. Pasalnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung telah mengeluarkan larangan sementara terkait kegiatan serupa melalui Surat Edaran Nomor 420/1642/V.01/DP.1/2025. Aturan tersebut diterbitkan guna menekan beban biaya orang tua sekaligus meminimalisir risiko keselamatan siswa di jalan raya.

Di ungkapkan Salah satu keluarga dari wali murid, Candra Guna, S.H Sekaligus LBH Rakyat Merdeka mengungkapkan bahwa biaya tersebut sangat memberatkan kondisi ekonomi keluarganya. Ironisnya, meski situasi sulit ini telah disampaikan langsung kepada pihak sekolah, Kepala SMKN 1 Kotabumi dilaporkan tetap bersikeras agar seluruh siswa wajib mengikuti agenda tersebut.

“Saya sangat tidak setuju dengan adanya program sekolah yang harus keluar kota Lampung. Kami dari pihak orang tua sudah bilang tidak ada uang untuk biaya sebesar itu. Tapi kepala sekolah tetap memaksa dan bilang ini wajib ikut,” ujar Candra kepada awak media, Jumat (9/10/2026).

Dampak dari pemaksaan ini tidak hanya menekan psikologis orang tua, tetapi juga berimbas langsung pada para murid. Sejumlah siswa dilaporkan mendapat teguran keras hingga dimarahi oleh pihak sekolah hanya karena belum mampu melunasi biaya atau berani menyatakan keberatan.

“Anak-anak di sekolah juga dimarahi,” tambah Candra dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala SMKN 1 Kotabumi, Sri Indrayanti, maupun pihak Dinas Pendidikan Provinsi Lampung masih bungkam dan belum memberikan penjelasan resmi terkait polemik serta urgensi dari kegiatan berbayar tersebut. Tim awak media dilaporkan masih berupaya mendatangi lokasi sekolah di kawasan Stadion untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.