Terkait Pemberhentian Siswi SMAN 1 Ranau Selatan: Dinas Pendidikan Sumsel Belum Mengambil Tindakan, FRIC Sumsel Prihatin

oleh -34 Dilihat
oleh

Terkait Pemberhentian Siswi SMAN 1 Ranau Selatan: Dinas Pendidikan Sumsel Belum Mengambil Tindakan, FRIC Sumsel Prihatin

 

Palembang – Sumsel, Hudhudnews.co Dalam rangka konfirmasi ulang yang dilakukan orang tua korban/ siswi pada hari i, Selasa (12 Januari 2026), Kabid SMA Poniyem menjelaskan , “bahwa pihaknya tengah menyiapkan konsolidasi bersama bagian kepegawaian untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam penanganan kasus yang menyangkut kepala sekolah dan guru-guru SMAN 1 Ranau Selatan, ” “kalau untuk pemanggilan kepala sekolah itu bagian kepegawaian dan saya tidak ada waktu banyak karena ada kegiatan lain,” ucap Poniem Kabid SMA Dinas pendidikan Sumsel .

 

Padahal sudah jelas pada pertemuan hari kamis Minggu lalu arahan dari kepala dinas Pendidikan untuk memanggil kepala sekolah dan guru terkait, Kondisi ini membuat pihak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Sumsel semakin prihatin, mengingat pernyataan sebelumnya belum terealisasi dan terkesan tidak ada langkah nyata yang diambil.

 

Sebelumnya, pada Kamis (8 Januari 2026), Ketua DPW FRIC Sumsel Juanda AB beserta jajarannya telah mengadakan audiensi dengan Dinas Pendidikan Sumsel terkait kasus ini, yang juga menyangkut dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta diskriminasi atas pemberhentian siswi kelas X SMAN 1 Ranau Selatan.

 

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Hj. Mondya Boni menyampaikan untuk segera memanggil pihak sekolah ke Palembang dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam minggu tersebut, serta akan melakukan tiga tahap mekanisme penyelidikan yakni pengumpulan data dan bukti, verifikasi dan analisis dokumen serta kesaksian, hingga evaluasi kebijakan sekolah.

 

Dalam audiensi tersebut, pihak FRIC Sumsel juga telah mengajukan pertanyaan terkait kebijakan yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan Sumsel, sekaligus mengungkapkan kekhawatiran terkait kemungkinan adanya upaya untuk menutupi kasus tersebut.

 

Mereka menegaskan bahwa transparansi dan kecepatan dalam penanganan kasus yang menyangkut dunia pendidikan sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan di Provinsi Sumsel.

 

“Saat ini kami menunggu tindakan nyata dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel. Pernyataan akan segera memanggil telah disampaikan seminggu lalu, namun hingga hari ini belum ada gerakan apapun. Pengumuman konsolidasi dengan bagian kepegawaian perlu diimbangi dengan jadwal yang jelas agar kasus ini tidak terus tertunda tanpa klarifikasi,” ujar Ketua DPW FRIC Sumsel dalam keterangannya .

 

Dalam permasalahan ni kami akan terus mengawal dan akan segera melakukan konfirmasi ganda terkait jadwal konsolidasi yang akan diselenggarakan Dinas Pendidikan Sumsel terkait juga akan memanggil pihak manajemen SMAN 1 Ranau Selatan untuk mendapatkan tanggapan resmi terkait kasus yang sedang menjadi sorotan ini.

 

“(tim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.