FRIC Sampaikan Ucapan Selamat HUT ke-78 Polwan RI: “One Police Woman, Extraordinary Impact” Jadi Cermin Pengabdian di Tengah Masyarakat

oleh -42 Dilihat
oleh

JAKARTA – HUDHUDNEWS.CO
Tepat pada 1 September 2026, Korps Polisi Wanita Republik Indonesia genap berusia 78 tahun. Di usia yang tidak lagi muda itu, polwan diingatkan kembali akan peran dan tanggung jawabnya sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat. Peringatan tahun ini mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” yang berarti “Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan Bagi Masyarakat”.

Tema tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, publik menaruh harapan besar kepada aparat, khususnya polwan, untuk hadir lebih dekat dan memberi solusi. Dari penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, patroli dialogis di lingkungan, hingga edukasi di ruang digital, peran polwan kini meluas jauh melampaui tugas rutin.

Ketua Umum DPP Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh polwan di Indonesia. “Atas nama DPP FRIC, kami mengucapkan selamat Hari Jadi ke-78 Polwan RI. Semoga semangat ‘Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan’ benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata di lapangan,” ujar H. Dian dalam keterangannya tertulisnya, Selasa, 1 September 2026.

Menurut H. Dian, dampak signifikan itu tidak harus selalu besar dan terlihat. Cukup dengan hadir saat warga butuh, mendengarkan dengan empati, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang manusiawi. “Kadang satu senyum, satu arahan, satu pendampingan dari polwan bisa mengubah nasib satu keluarga. Itu extraordinary impact yang kita maksud,” katanya.

Sekretaris Jenderal DPP FRIC, H. Deden Hardening juga menyampaikan apresiasi. Ia menilai polwan memiliki keunggulan dalam pendekatan persuasif yang dibutuhkan masyarakat saat ini. “Di era informasi cepat dan konflik sosial mudah tersulut, polwan bisa menjadi penyejuk. Turun ke sekolah, ke pasar, ke majelis taklim. Sampaikan pesan-pesan damai dan hukum dengan bahasa yang dimengerti warga,” ujar H. Deden.

H. Deden menekankan, tantangan polwan ke depan semakin berat. Hoaks, penipuan online, dan kekerasan dalam rumah tangga menjadi persoalan yang bersentuhan langsung dengan perempuan dan anak. Karena itu, penguatan kapasitas, pelatihan psikologi, dan perlindungan terhadap polwan itu sendiri harus menjadi perhatian.

Peringatan HUT ke -78 ini juga menjadi momentum evaluasi. Seberapa jauh kehadiran polwan sudah dirasakan masyarakat?

Bagi masyarakat, keberadaan polwan adalah simbol bahwa negara hadir dengan wajah yang berbeda. Lebih lembut, lebih komunikatif, namun tetap tegas dalam penegakan hukum. Harapannya, dari Sabang sampai Merauke, setiap polwan mampu menjadi titik terang di tengah persoalan yang dihadapi warga.

Diakhir pernyataannya, H. Dian Surahman dan H. Deden Hardening berharap tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” menjadi penggerak. “Selamat bertugas dan terus mengabdi. Jadilah satu polwan yang menginspirasi banyak orang. Karena dari sanalah kepercayaan publik kepada Polri kembali tumbuh dan bersinar,” pungkas keduanya.
Arwin FRIC Sumsel