Diterima Staf Khusus Presiden, FRIC Tegaskan Komitmen Kawal Program Pemerintah dan Tangkal Disinformasi

oleh -286 Dilihat
oleh

JAKARTA – HUDHUDNEWS.CO Sabtu 26 September 2026 — Perwakilan organisasi media Fast Respon Indonesia Center (FRIC) memenuhi undangan pertemuan dengan Staf Khusus Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (25/9/2026).

Pertemuan ini membahas peran strategis insan pers dalam mendukung keberlanjutan pembangunan nasional serta menjaga kondusivitas ruang publik dari ancaman berita bohong (hoax).

Dalam agenda tersebut, FRIC mempertegas komitmennya sebagai wadah jurnalis dan media terintegrasi di 34 provinsi untuk mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045, menjaga citra penegak hukum, serta aktif memverifikasi informasi di tengah masyarakat.

Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya hadir untuk memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas informasi nasional. Menurutnya, anggota FRIC di berbagai daerah telah bergerak aktif menyajikan berita berbasis fakta guna mencegah kesalahpahaman publik.

“FRIC lahir dari semangat menjaga keutuhan NKRI. Kami siap berada di barisan terdepan untuk mengawal arah kebijakan pemerintah, memelihara ketenangan masyarakat, serta meminimalisasi penyebaran disinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan,” ujar Dian usai pertemuan tersebut.

Dian menuturkan, peran jurnalis di daerah sangat krusial dalam memilah fakta dan meluruskan narasi provokatif yang dapat merugikan kepentingan publik. Selain berfokus pada edukasi masyarakat, FRIC juga terus berupaya meningkatkan profesionalisme serta kesejahteraan anggotanya secara bertahap dan berkelanjutan.

Secara garis besar, FRIC mengusung tiga fokus kerja utama:

Pengawalan Kebijakan: Mendukung dan mengawal implementasi program strategis pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

Kemitraan Strategis: Membantu menjaga reputasi dan integritas Institusi Polri sesuai dengan prinsip PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

Pemberantasan Disinformasi: Melakukan upaya preventif dan korektif terhadap peredaran berita bohong serta provokasi media sosial.

Melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan insan pers, FRIC optimistis ekosistem informasi di Indonesia akan semakin sehat, akurat, dan tepercaya.
Editor ARWIN FRIC SUMSEL