Jakarta ,- Hudhudnews.co
17 Mei 2026
Fast Respon Indonesia Center selalu mendukung program Presiden Prabowo melalui asta cita salah satunya ketahanan pangan . Dan peran Polri sungguh luar biasa dalam mendukung ketahanan pangan program Asta Cita Presiden tersebut.
Dalam menjaga ketahanan pangan bukan sekedar tentang hasil panen yang dicapai , namun tentang menjaga harapan , kesejahteraan , dan masa depan negeri . melalui pendampingan kepada para petani sangat gorong royong tumbuh demi mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan
Ketahanan pangan itu kondisi di mana semua orang punya akses fisik, sosial, dan ekonomi terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi setiap saat.
Manfaatnya langsung kerasa ke individu, ekonomi, sampe stabilitas negara:
Untuk Kesehatan & Kesejahteraan Masyarakat
Cukup gizi sehingga tidak ada yang kelaparan atau malnutrisi. Anak tumbuh sehat, stunting turun. Produktivitas naik. Orang yang makannya cukup jadi lebih produktif kerja dan belajar.
Ketahanan terhadap krisis, Kalau ada bencana atau inflasi, stok pangan cukup jadi tidak panik.
Untuk Ekonomi Stabilkan harga pangan, Kalau produksi dalam negeri kuat, harga nggak gampang digoyang impor atau spekulan.
Hemat devisa Kurang impor beras, jagung, gula sehingga uang berputar di dalam negeri.
Buka lapangan kerja Dari petani, distributor, UMKM olahan pangan sampai logistik semua kebagian.
Untuk Stabilitas Sosial & Politik Kurangi konflik karena kelaparan itu pemicu utama kerusuhan. Negara yang pangan aman lebih stabil.
Kedaulatan negara jadi tidak gampang ditekan negara lain lewat embargo pangan. Ini yang disebut _food sovereignty_.
Untuk Lingkungan & Pertanian Lokal
Dorongan pertanian berkelanjutan sehingga Petani termotivasi bertanam karena ada kepastian pasar.
Ketahanan pangan sama dengan tidak kelaparan kelaparan ditambah ekonomi jalan dan negara stabil
Pemerintah lagi push program ini lewat lumbung pangan, food estate, dan program Makan Bergizi Gratis biar manfaatnya sampai ke bawah.
Kolaborasi kerjasama yang baik akan tercapai Indonesia Maju Indonesia Emas 2045 ” pungkas Ketum FRIC
Kapolri memaparkan ” pada tanggal 8 Januari 2026, kami telah melakukan Panen Raya Kuartal I pada lahan seluas 91 ribu hektar dengan hasil panen mencapai 884.129 ton,” ujar Sigit.
Selanjutnya pada hari ini, dengan dipimpin Bapak Presiden, Sigit menyebut bakal melaksanakan panen raya jagung serentak
Kuartal II pada lahan seluas 189.760 Hektar dengan potensi hasil panen mencapai 1,23 juta ton.
“Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Adapun, koperasi membeli dari petani seharga Rp6.500/kg, dan dijual ke Malaysia dengan harga Rp7.000/kg. Dengan demikian, diperoleh margin keuntungan sebesar Rp500/kg,” papar Sigit.
bakal melakukan panen raya pada lahan seluas 101,5 Hektar yang merupakan lahan Perhutanan Sosial. Dimana berasal dari lahan empat Gapoktan yaitu KTH Wono Lestari, LMDH Jenggolo Manik, LMDH Wono Mulyo, dan lahan PT. Semen Indonesia.
“Dari luas lahan tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton, dan seluruh hasil panen akan dikirimkan ke Bulog guna mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah, dan menjaga stabilitas pasokan,” tutup Sigit.
Editor Arwin FRIC Sumsel
