Meninggal Dunia Pasen Usia 8 Tahun Pernah Berobat di Puskesmas Semuli Raya Patut di Ungkap Pakta

oleh -3606 Dilihat
oleh

Hudhudnews.co DPC AJOi Lampung Utara.

Innalilahi wa inna ilaihi rojiun, Refi Bin Edi Purnomo pasen yang sebelum pada hari sabtu 4 april 2026 orang

berobat di Puskesmas Semuli Raya mengalami kulit melepuh .

Sekira jam 9 wib tadi malam Senin 13 April 2026 telah kembali menghadap Allah subhanahu wa ta’ala.

Informasi yang didapat langsung pagi ini Selasa 14 April 2026. dari Edi Purnomo selaku orang tua Almarhum.

“Anak saya sudah meninggaljam 9 tadi malam jam ,pak.ucap Edibdengan nada sedih😭.

Pihak instansi instusi terkait patut mengungkap pakta apa yang sebenarnya yang menyebabkan kematian pasen tersebut

Sementara Pihak Puskesmas Semuli Raya Kecamatan Abung Semuli Kabupaten Lampung Utara berdalih sudah sesuai SOP, Refi (Pasien) berumur 8 tahun terbilang masih anak anak yang duduk di bangku sekolah dasar ini alami kulit melepuh seperti terbakar kini harus terbaring menjalani perawatan medis.

Bermula, pada hari sabtu 4 april 2026 orang tua dari Refi membawa anaknya ke Puskesmas Semuli Raya untuk berobat di karenakan kondisi Refi yang kurang baik sedang mengalami sakit demam panas, Merupakan warga Dusun cendrawasih Desa Semuli Jaya.

Setelah pulang dari puskesmas kondisi Refi bukan semakin membaik namun diduga semakin memburuk bahkan kini harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Yukum Medical Center (YMC) Bandar Jaya Lampung Tengah.

Saat di konfirmasi pada 11 april 2026 di kediamannya,Neneknya Refi menuturkan kepada awak media bahwa Refi sudah di rawat di RS YMC Bandar Jaya Lampung Tengah.

Badan cucu saya Refi Melepuh seperti terbakar,ucap nenek refi sambil berkaca kaca matanya tak kuasa menahan kesedihan.

Ia juga mengungkapkan, hari sabtu 4 april 2026 awalnya Refi berobat di puskemas semuli raya,malam minggu badannya panas lagi,lalu ia neneknya Refi berkonsultasi ke petugas medis puskesmas semuli raya, terang neneknya Refi Kata Bidan habiskan dulu obatnya yang dari Puskesmas.

Senin pagi 06 april 2026 Refi kembali berobat ke puskesmas namun kondisinya semakin memburuk, lalu barulah pihak puskesmas merujuk pasien ke RSUD Riyacudu Kotabumi,kata nenek refi.

Lalu, Refi di rujuk ke RS YMC Bandar Jaya Lampung Tengah kondisi badannya mulai melepuh seperti terbakar.

Lagi lagi nenek mengungkapkan, Refi sekarang badanya sudah di bungkus plastik karena melepuh itu,mulai selasa kemarin 07 april 2026 di rawat disana RS YMC.

Di tempat yang sama awak media mencoba menghubungi orang tua refi melalui sambungan telepon selulernya untuk mengetahui kondisi refi, Purwanto orang tua dari refi menuturkan bahwa anaknya sedang di rawat di Ruang Bogenvil RS YMC saat ini.

Kata dokter disini refi terkena Virus kalau RS Riyacudu kemaren kata dokter alergi obat,ungkap purwanto.

Besar dugaan ada kelalaian dan salah memberikan obat yang di lakukan pihak puskesmas semuli raya terhadap pasien, mengakibatkan kulit di sekujur tubuh pasien menjadi melepuh seperti terbakar yang kini di alami Refi bocah yang masih berumur 8 tahun.

Senin siang 13 april 2026 awak media ini mencoba mengkonfirmasi Kepala Puskesmas (Kapus) semuli raya Ners Yestiwhara,S.Kep.yang di dampingi Kepala TU dan dr.Iwan haropan Purba.

Kapus menuturkan, menurutnya SOP dan lain lainnya sudah sesuai apa yang mereka lakukan terhadap pasien Refi itu.

Kapus juga mengungkapkan bahwa kata kapus dokternya kemaren bilang ke dia, Malah bagus buk dia keluar semua yang melepuh melepuh itu keluar dia kering kayak luka biasa dari pada dia di dalam tubuh,kata kapus kepada awak media ini.

Kalu dia di dalam tubuh pengobatannya juga kita binggung,pengakuan kapus.

Di tempat yang sama dr.Iwan Haropan Purba yang menangani pasien atas nama Refi saat berobat di puskesmas menjelaskan kepada awak media bahwasannya,” Kalau sih, obat yang kami berikan Paracetamol,CTM,Atasit obat itu terus terang saja itu sangat biasa,dan itu obat alergi juga, untuk obat gatal gatal juga bisa.

Jadi kami ragu ya kalau dari obat itu yang kami berikan dan selama ini saya sebagai dokter belum pernah melihat pasien dengan parcetamol yang kami berikan alerginya sampai seperti itu.

Namun kami juga tidak bisa menutupi dan dr.Iwan berdalih…,mungkin ada obat apa ya yang berkemungkinan di minum pasien itu juga, kita juga tidak tahu, itu yang membuat pasien seperti itu kita melihat sekilas.

Menurut dr.Iwan ada obat lain di luar obat yang di berikan puskesmas yang mungkin di konsumsi refi.

Lebih lanjut kata dr.Iwan menerangkan, kalau itu sudah di jelaskan oleh dr.Spesialisnya berkemungkinan itu memang Virus bisa juga, akan tetapi harus ada pemeriksaan yang akurat misalnya pemeriksaan darah.

Melepuh itu infeksi ke kulit namanya sama seperti halnya kayak cacar itu,pungkas dr.iwan.

Yang menjadi dugaan dan pertanyaan publik serta masih menjadi teka teki penyebab melepuhnya kulit sekujur tubuh refi, apakah bersumber dari obat yang di berikan puskesmas semuli raya atau ada obat lain di konsumsi yang di beli pasien secara langsung sebelumnya di apotik.

Meminta kepada pihak terkait agar dapat melakukan pemeriksaan serta mengungkap penyebab hal tersebut.

Saat di konfirmasi melalui sambungan teleponnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara mengatakan .Selasa 14/4/2026

“Berdasarkan kronologis dr puskesmas, sblm dibawa kepuskesmas pasien sdh minum obat antibiotik dan penurun panas yg dibeli sendiri di apotik, dr puskesmas semuli diberikan obat penurun panas , vitamin dan sakit perutnya dan dr rs ryacudu sblm dirujuk pasien di diagnosa susp.steven johnson, viral infeksion dan ILI. Untuk sementara blm dapat informasi dr rs yukum….petugas pkm semuli juga sdh kers yukum dan hr ini sdh ke rmh duka.terang kadiskes.

Kami tunggu diagnosa dr rs yukum, kl obat2 pkm obat generik standar yg jarang buat alergi.

Tentunya dapat menjadi perhatian khusus melihat persoalan kasus ini sudah sepatutnya  pihak instansi instusi terkait dapat menjadi perhatian prihal kasus bocah berusia 8 tahun kulit melepuh yang sebelumnya pernah berobat di Puskesmas Semuli Raya kecamatan Abung Semuli Kabu Lampung Utara patut mengungkap pakta apa yang sebenarnya menyebabkan kulit melepuh terhadap pasen bocah berusia 8 tahun tersebut yang menyebabkan pasien meninggal Dunia kembali menghadap Allah subhanahu wa ta’ala.

: Maria AJOi LU