Yayasan Bhakti Bela Negara dan Brigade Pangan Bhakti Bela Negara Gelar Panen Raya 753 Hektar

oleh -20 Dilihat
oleh

HUD HUD NEWS

PANDEGLANG – Panen raya perdana padi varietas PS-08 berskala nasional akan dimulai dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Yayasan Bhakti Bela Negara bersama Brigade Pangan Bhakti Bela Negara dan kelompok tani (Poktan) setempat berhasil membudidayakan padi unggul tersebut di lahan seluas 753 hektar di Desa Sukarame, Kecamatan Carita.

Kegiatan panen raya dijadwalkan berlangsung pada 11 Februari 2026 dan secara simbolis akan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Program ini merupakan bagian dari gerakan penguatan ketahanan pangan nasional yang diinisiasi Yayasan Bhakti Bela Negara di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie, melalui pendampingan intensif kepada petani oleh Brigade Pangan Bhakti Bela Negara.

Seno Adjie menjelaskan, varietas PS-08 memiliki keunggulan agronomis yang signifikan. Setiap lubang tanam hanya membutuhkan satu bibit dari satu butir gabah, namun mampu menghasilkan hingga 54 tangkai dan malai. Tanaman ini memiliki batang besar dan kokoh serta terbukti tahan terhadap cuaca ekstrem dan serangan hama.

Ketahanan tersebut diuji langsung di kawasan pesisir Pantai Carita yang kerap diterpa angin barat dan rob air laut, namun tanaman tetap tumbuh optimal. Berdasarkan hasil riset, produktivitasnya mencapai sedikitnya 8 ton gabah per hektar di lahan ekstrem dan berpotensi hingga 12 ton per hektar di lahan yang lebih subur.

Menurutnya, keberhasilan budidaya ini didukung kolaborasi terpadu, mulai dari penyediaan bibit unggul, pupuk, pendampingan teknologi budidaya, hingga jaminan penyerapan hasil panen melalui koperasi yang difasilitasi yayasan.

“Pendampingan dilakukan dari hulu hingga hilir agar petani memiliki kepastian produksi sekaligus kepastian pasar. Model ini akan kami replikasi di berbagai daerah,” ujar Seno.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Yayasan Bhakti Bela Negara yang juga Ketua Panitia, Suparwo, menyampaikan sejumlah pejabat pusat telah mengonfirmasi kehadiran, di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman, Menteri Koperasi Ferry J. Juliantono, Ketua Umum HKTI Sudaryono, Mayjen TNI Rionardo mewakili Menteri Pertahanan, Prof. Akmal Malik mewakili Menteri Dalam Negeri, serta unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Panen raya ini diharapkan menjadi model penguatan produksi pangan nasional, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata Yayasan Bhakti Bela Negara terhadap Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo Subianto dalam kerangka Asta Cita menuju Indonesia Emas.