Disinyalir penyedia jasa PT Bajasa Menunggal Sejati (BMS) dan SDA Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung (MS) ingin membohongi publik

oleh -14 Dilihat
oleh

HUD HUD News.co AJOi Lampung Utara|| Disinyalir penyedia jasa PT Bajasa Menunggal Sejati (BMS) dan SDA Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung (MS) ingin membohongi publik
terkait dugaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi way bumi agung terindikasi asal jadi.

Rencana rekayasa pembohongan publik terbongkar pada siang hari ini, media ini sontak kaget setelah mendapati pernyataan Kepala Desa Cempaka bernama Rizki Puspa Dewi, yang menyampaikan aspirasinya bersama pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Mesuji Sekampung pada Kegiatan Irigasi dan Rawa I. Dengan nomor 470 /38/01/53-LU/2025 – tanggal 5 Febuari 2026.

Setelah di telusuri media ternyata semua, isi surat pernyataan Kepala Desa memang telah disediakan  oleh Alifiah,bukan murni ucapan dari masyarakat dan kepala desa,

Seperti yang di terangkan oleh salah kepala desa kepada Media, Alifia ingin menyuruh saya tanda tangan surat dan saya tidak tau isinya bahkan surat tersebut akan di titipkan tapi saya tidak mau.

Surat yang di tandatangani RVD itu yang buat Alifia, dibagikan kepada kepala desa -kepala desa  untuk di tandatangani,jadi yang buat bukan kepala desa, karena saya tidak mau buat seperti itu, jelas nya kades

Karena isi nya saya tidak tau.

dan ketika atas nama masarat,maka masyarakat yang mana dan jika saya harus tanda tangan maka saya akan koordinasi dulu dengan pimpinan ( Camat).

Alifia yang mengaku sebagai humas ” PT Bajasa Menunggal Sejati (BSM).

Adapun isi contoh surat sebagai berikut:

Oplus_131072

 

Perbuatan ini dilakukan oleh pihak penyidia dalam pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi way bumi agung BBA.4 yang saat ini masih di dalam sorotan publik ironisnya pekerjaan tersebut kuat dugaan menyalahi spesifikasi teknis, pasalnya baru seumur jagung sudah ambrol atau tererosi terutama pada bagian gorong-gorong dan di bawah saluran irigasi yang kini diperkirakan mobil minibus sudah bisa masuk di dalamnya.

Meskipun tererosi tanah gorong-gorong itu sudah di perbaiki penyedia jasa PT Bajasa Menunggal Sejati (BMS). Tetapi warga tidak merasa puas, disebabkan dalam perbaikan kerusakan jaringan irigasi way bumi agung warga tidak terlibat dan perbaikan tersebut tidak di lakukan secara menyeluruh.

Harapan masyarakat kepada semua pihak khususnya Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) SNVT BBWS-MS proyek yang menelan dana belasan miliar tersebut di bongkar ulang.

“Kami masyarakat sangat senang jaringan irigasi way bumi agung ini di perbaiki sudah 10 tahun lebih kami menunggu, tetapi kami juga meminta pembangunan yang memiliki mutu dan berkualitas, sehingga kami warga bisa merasakan pemanfaatannya.

Kalau pembangun seperti ini terkesan asal jadi, yang rugi bukan sekedar negara tetapi, kami juga sebagai warga sebagai penerima manfaat pengguna air, maka tidak kata lain, kami meminta, segera mungkin di bongkar ulang pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi way bumi agung yang dikerjakan PT Bajasa Menunggal Sejati (BMS).” Ungkap beberapa warga setempat bersama media,” (Tim/Red)