HUD HUD ,Bandar Lampung,
Keluarga Besar Ormas Grib Jaya di 15 kabupaten/kota Se-Provinsi Lampung mendorong implementasi menyeluruh dari Instruksi Gubernur Lampung tentang untuk hari “Kamis Beradat”. Sekretaris Daerah DPD Grib Jaya Provinsi Lampung, Herman, menegaskan dukungan penuh dan mengajak seluruh elemen untuk menjalankannya Intruksi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan kompak.
Herman menyatakan bahwa instruksi dari Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, ini sebaiknya dilaksanakan secara serentak tidak hanya di instansi pemerintahan, tetapi juga menyasar TNI, Polri, Kejaksaan, hingga sektor swasta.
“Mari kita ikuti instruksi Gubernur. Kamis Beradat ini hanya satu hari dalam seminggu. Tentunya ini menjadi penghormatan bagi para pendatang terhadap daerah yang telah memberi penghidupan di tanah Sang Bumi Ruwa Jurai ini,” ajak Herman, Jum’at (31/01).
Iannutnya, kebijakan Gubernur ini sejalan dengan filosofi “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Herman berharap pelaksanaannya dilakukan dengan semangat kegembiraan dan kebanggaan, bukan sekadar formalitas.
“Kamis Beradat, Lampung Bermartabat,” tegasnya dengan penuh semangat.
Melestarikan Budaya Lewat Busana dan Bahasa
Instruksi Gubernur “Kamis Beradat” merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Lampung untuk menguatkan identitas budaya. Program ini mewajibkan penggunaan banju kemeja batik khas Lampung dan pengutamaan bahasa Lampung dalam interaksi sehari-hari di lingkungan kerja setiap hari Kamis.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya memperkuat rasa cinta dan pelestarian budaya lokal di kalangan masyarakat Lampung, tetapi juga untuk membentuk edukasi dan penghormatan bagi para pendatang yang hidup dan bekerja di provinsi lampung.
Dukungan dari ormas seperti Ormas Grib Jaya ini dianggap sangat penting untuk menyosialisasikan dan mendorong partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, serta menjadikan hari Kamis bukan hanya hari untuk kerja, tetapi juga hari yang sangat untuk kebanggaan akan adat istiadat lampung dan tradisi Lampung.
“Relis DPD Grib Jaya”
