Program Sandes TA 2021,Terkesan Menjadi Ajang Korupsi Oknum KSM Maju Bersama Desa Kali Cinta.

oleh -74 views

Hudhudnews.co Lampung utara – Pemerintah selalu meberikan bantuan untuk program sanitasi pedesaan padat karya tahun anggaran 2021,
Program ini dibuat guna memberdayakan masyarakat marginal atau miskin yang bersifat produktif berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam, tenaga kerja, dan teknologi lokal dalam rangka mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan, serta menurunkan angka stunting.

Melalui pelaksanaan program Sanitasi Perdesaan Padat Karya diharapkan dapat memberikan pemahaman khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tentang pola hidup bersih yang dapat menekan angka gizi buruk dan stunting di Indonesia

Jelas Pemerintah menganggarkan dana Rp.10.000.000 ( sepuluh juta rupiah ) untuk pembuatan tiap satu yunit sanitasi perdesaan, dana tersebut guna belanja bahan matrial, upah tenaga kerja, serta biaya non fisik.

Namun sangat di janggal apa yang dilakukan oleh KSM maju bersama Desa kali cinta kecamatan kota bumi utara Kabupaten Lampung Utara.
Warga penerima bantuan sanitasi perdesaan di perintahkan oleh pak Gatot,dan pak Jumadi selaku ketua KSM harus menggali sendiri lubang sanitasi serta mencari sendiri botol Akua sebanyak 500 botol guna penyerapan,penggalian serta 500 botol Aqua biayanya harus di tanggung oleh Penerima Bantuan program sanitasi perdesaan padat karya tahun anggaran 2021.

Saat beberapa warga penerima program sanitasi perdesaan di konfirmasi oleh Hudhudnews.co Sabtu 21 Agustus 2021 di lokasi menerangkan,
warga penerima program sangat mengeluhkan , namun harus pasrah menerima karena sudah menjadi aturannya ujar Pak Gatot dan pak Jumadi kepada warga penerima.
,warga juga menerangkan jika di perkirakan penggalian lubang sanitasi menghabiskan dana 1000.000 (satu juta rupiah) sedangkan untuk botol Aqua 15000/kg x 8kg = 120.000 untuk tiap satu yunit penyerapan sanitasi.

” Saya dengan suami saya yang menggali lubang Sani tasi ini, karena di suruh pak Gatot, kami tidak di beri upah dan juga kami harus membeli sendiri botol Aqua bekas sebanyak 500 botol guna penyerapan.
Itu pun pakai uang kami sendiri,ujar warga
dia juga menyampaikan jika sangat capek menggali lubang Sanitasi,
” Capek bener pak saya dengan suami saya menggali nya, klo mau ngupah kami tidak ada uang, makan saja susah.keluh warga.

dan di lain sisi hari yang sama, (KS) warga penerima program sanitasi lain nya menjelaskan juga kepada media, jika dia mengupah untuk penggalian lubang sanitasi klo di total habis 1000.000 satu juta dan dana nya pakai uang pribadi tidak ada uang dari Program Sanitasi atau yang di berikan oleh pihak KSM.
Serta dia juga mengatakan jika pembagunan sanitasi milik nya di perkirakan hanya menelan biaya 6000.000 enam juta tidak ada kalo Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah)

” Saya ngupah pak menggali lubang Sanitasi,total satu juta lebih habis uang,
Pake uang saya pribadi,
Saya juga di suruh beli botol Aqua bekas pake uang pribadi,ribet pak cari botol aqua.jelas nya
“Kalo perkiraan saya bangunan ini hanya menghabiskan dana Rp.6000.000 ( enam juta ) tidak sampai kalo sepuluh juta, ujar warga penerima.

Dihari yang sama saat Hudhudnews.co  kembali mendatangi rumah Jumadi selaku ketua KSM maju bersama desa kali cinta,dia mengatakan
” Kami mendapatkan 50 unit, per unit 10 juta, untuk pekerja ada yang harian,yang sudah selesai 37 tapi belum di tutup , untuk penyerapan pakai botol Aqua bekas,juknisnya harus pakai botol Aqua,
Anjuran pakai botol Aqua dari PU provinsi.kedalamn 1,5 cm lebar
Lubang Sanitasi Menggali sendiri dan botol Aqua mencari sendiri Suwadaya masyarakat.anjuran dari provinsi,empat orang itu pada sosialisasi siap tidak untuk penggalian dan botol Aqua di tanggung sendiri mereka siap.

“Jumadi juga menjelaskan tidak ada Anggaran untuk jasa menggali dan begitu juga untuk botol Aqua bekas.bebernya.

Dalam hal ini jika di amati,  warga harus mengeluarkan kembali anggaran mencapai Rp. 1120.000 dan jika di kali kan dengan 50 penerima program Sanitasi maka mencapai Rp 56.000.000 (lima puluh enam juta rupiah )
Sementara Jelas Pemerintah menganggarkan dana Rp.10.000.000 ( sepuluh juta rupiah ) untuk pembuatan tiap satu unit sanitasi pedesaan, dana tersebut guna belanja bahan matrial, upah tenaga kerja, serta biaya non fisik.

Maka di duga kuat adanya Korupsi yang di lakukan oleh oknum KSM maju bersama desa kali cinta kecamatan kota bumi utara Kabupaten Lampung Utara.Sudah sepatutnya pihak instansi terkait Disperkim baik APH ,  dapat meng audit kinerja dari KSM maju bersama desa kali cinta.agar tidak ada penyimpangan Uang Negara.

Penulis : Defri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.