Diduga Keterangan Kapsek SMPN 3 Bunga Mayang, kepada Inspektorat Merupakan Keterangan Palsu

oleh -262 views

 

Hudhudnews.co Lampung Utara – Pungsi Dinas Inspektorat, melakukan perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan. Dan pelaksanaan pengawasan internal melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, asistensi dan kegiatan pengawasan lainnya. Dimana pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Bupati.

Dimana Inspektorat merupakan pengawas pembagunan mempunyai tugas membantu Bupati membina dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di Daerah (aspek pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan), pengawasan pelaksanaan tugas pembantuan oleh perangkat Daerah.

 

Pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintahan desa serta pelaksanaan pemeriksaan, pengusutan, pengujian, investigasi, pemantauan, evaluasi, reviu, pemantauan dan tugas-tugas pembinaan serta pengawasan lainnya (Qatalisator, Quality Assurance dan Consulting).

Seperti apa yang telah dilakukan oleh Dinas

Inspektorat Kabupaten Lampung Utara, dengan sigab dan cepat menaggapi pemberitaan awak media online, sesuai dengan tugas dan fungsinya, Rabu (21/10/2020)

Dimana Dinas Inspektorat melalui Irban lll,Pak Jauhari telah memanggil Rojir selaku kepala sekolah SMPN 3 Bunga Mayang Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung.

Dalam hal menanggapi pemberitaan di beberapa media online, yang tergabung di DPC Aliansi Jurnalistik Online AJO Indonesia Kabupaten Lampung Utara. Terkait dugan akan dilakukan Mark Up oleh oknum Kepala Sekolah SMPN 3 Rojir. Dalam pembangunan Lab Komputer, yang berasal dari Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2020, sebesra Rp.392120.000.

Saat awak media menghubungi Jauhari, selaku Irban 3 di Dinas Inspektorat Kabupaten Lampung Utara, pada hari Senin tanggal 19 Oktober 2020 yang lalu, mengatakan “Kami dari Inspektorat melalui Irban 3 telah memanggil kepala sekolah SMPN 3, dan telah melakukan pembinaan. Bahkan kepala sekolah telah membuat surat pernyataan jika pembesian sudah di ganti dan pondasi telah di gali dan di bongkar,” ungkapnya.

Dimana beliau membuat surat pernyata tersebut di atas materai dan itu ada konsekuensi hukumnya. Maka kami katakan pada pak Rojir, pernyataan yang ia buat harus benar-benar, dikarnakan masalah ini ada yang memberikan pernyataan yang tidak benar. Kepada Pak Rojir selaku kepala sekolah SMPN 3, lajut Jauhari.

Jauhari menembahkan, Ada beberapa poin didalam surat peryatan yang Roji buat. Dimana dia telah menyatakan bahwa itu sudah diganti semua, yang dari hasil temuan kawan-kawan media kemarin. Seperti besi 10 dicapur dengan besi 12 sudah diganti semua.

“Sedangkan untuk pondasi yang kurang dalam sudah dibongkar dan digali lagi,” jelas Pak Jauhari kepada awak media.

Namun disayangkan apa yang menjadi keterangan Rojir selaku kepala sekolah SMPN 3. Diduga surat peryataan yang dibuat diatas atas matrai 6000 merupakan keterangan palsu atau pernyataan yang tidak benar.

Pasalnya dihari yang sama, saat awak media menghubungi Ade selaku fasilitator SMPN 3 Bunga Mayang, mengatakan bahwa tidak ada informasi dari kepala sekolah terhadap dirinya dalam pembongkaran pondasi pembangunan Lab Komputer tersebut.

Mendapat informasi tersebut awak media pada hari Selasa 20 Oktober 2020. Melakukan konfirmasi kepada JR yang merupakan kepala tukang. JR pun menerangkan “Ia Pak memang benar sudah di ganti tapi besi nya saja, yang mana tadi nya besi 12 dan 10 mm sekarang sudah diganti menjadi 12 kes semua. Sedangkan untuk besi gelang yang tadi nya kecil sekarang sudah diganti juga dengan besi 8 mm.

“Tapi untuk pondasi nya tidak di rubah masih yang lama. Cuma ukuran besi aja yang di ganti. Untuk jarak ukururan gelangnya masih ada yang 30 mm, yang seharus nya 15 cm, dan pondasi depan nya buat pondopo masih 20 cm,” beber JR.

Selanjutnya pada hari yang sama awak media mencoba kompirmasi kepada kepala desa Tulang Bawang Baru. Ia pun mengatakan Soal permasalahan ini jujur saya tidak tau klu ada pekerjaan di SMPN 3 Bunga Mayang.

“Kalu memang benar ada nya soal pondasi itu. Saya sangat meyayangkan pekerjaan tersebut karena ratusan manusia yang terancam apa bila terjadi musibah, di karnakan pondasi nya tidak kokoh.

Diharapkan untuk instansi terkait maupun APH, supaya melakukan pengawasan dalam pembangunan Leb Komputer yang mengunakan anggaran DAK Tahun. Ini demi mencegah terjadinya tindakan korupsi yang dapat merugikan keuangan negara,” tutupnya. ( Hasan S Tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *